MARJA’ SYIAH MEMBONGKAR RENCANA HITAM IRAN TERHADAP ARAB SAUDI
Diterbitkan: Selasa, 6 Oktober, 2015
Gensyiah: ulama Syiah Lebanon terkemuka, Ali al-Husseini, mengungkapkan adanya “rencana Hitam Iran” yang bertujuan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas di Kerajaan Arab Saudi.
Husseini yang
menjadi
Sekretaris Jenderal Dewan Islam Arab dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh situs Dewan kemarin, Senin
mengatakan
: “Hari ini kita menyaksikan terjadinya serangan sporadis
yang dilancarkan ISIS
melawan Arab Saudi, datang sejalan dan konsisten dengan garis umum dari organisasi ini
. Yang harus diperhatikan adalah
bahwa sebagian
anggota ISIS ini
telah mengunjungi Iran atau datang melalui
Iran
,
dimana
telah terbukti bahwa ada visa Iran di paspor mereka. ”
Dia menambahkan bahwa “Kegiatan dan gerakan ISIS di Arab Saudi datang dengan tersandung dan bingung karena kesiapan pasukan keamanan Saudi Arabia yang telah membuktikan efektifitas dan kemampuan mereka ketika mereka proaktif dalam mewaspadai rencana hitam Iran terhadap Kerajaan saudi Arabia..
kami yakin bahwa
di
masa
akan datang
akan
terungkap
banyak misteri
rencana hitam Iran yang langsung dipimpin oleh
rezim di Teheran. ”
Husseini mengatakan bahwa “pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Khamenei dan diikuti oleh komentar Hassan Nasrallah bahwa ISIS akan menyerang Arab Saudi, datang setelah adanya informasi tentang pertemuan dan kordinasi antara (Hizbullah Hejaz), yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Ahmed al-Maghsal (yang baru-baru ini telah ditangkap di Libanon) dan antara pemimpin ISIS, yang itu merupakan hal yang tidak dapat dilakukan tanpa bimbingan dan pengetahuan Wilayat el faqih. “
Husseini melanjutkan
dengan menyebut
banyak bukti atas hubungan ekstremis dengan Iran, di mana ia mengatakan bahwa keyakinan bahwa “kelompok-kelompok ekstremis” tidak memiliki hubungan atau link dengan Teheran,
adalah sebuah pemahamaan yang
naif dan dangkal.
al-Husaini
menyimpulkan
di
artikel
nya dengan
mengatakan bahwa “meningkatnya aktivitas
ISIS
di Arab Saudi datang khususnya setelah operasi”
‘Ashifat al-Hazm /
Badai
tekad
“, di Yaman, yang
merupakan pukulan telak
Saudi
terhadap
pengaruh
wilayat
e
l-
faqih di Yaman pada khususnya, dan
di
dunia Arab pada umumnya.”