BERITA “MIRING” SOAL SYIAH PUGER JEMBER

Pada edisi Rabu (30/5/2012) beritajatim.com menulis: “ Sekelompok warga menyerang Pondok  Pesantren Darus Sholihin. Warga yang menyerang pondok tersebut menolak digelarnya pengajian pada 7 Juni mendatang yang mengundang Habib Ali Muhdor, karena dinilai berpaham Syiah”.

Apa yang ditulis beritajatim.com  tersebut jelas memutar balikkan fakta. Sebab

  1. tidak ada penyerangan warga terhadap  Pondok  Pesantren Darus Sholihin. Hal itu bisa dicek di lapangan. Yang benar adalah ada beberapa orang pengikut Ust. Ali Al-Habsyi yang dicurigai warga berfaham Syiah mendatangi kediaman  Ust. Fauzi (Pengurus Syuriah Ranting NU Puger Kulon) yang melengkapi diri dengan senjata tajam dengan maksud mengagalkan dan meneror Ust Fauzi terkait pengajian yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2012 di Puger Wetan.  Mereka  menekan Ust. Fauzi agar pelaksanaan pengajian diurungkan karena yang akan menjadi penceramah adalah Habib Muhdlar al-Hamid dari Tanggul yang terkenal sebagai tokoh yang vokal terhadap syiah. Kemudian terjadilah bentrokan yang berakhir pada pembacokan yang dilakukan oleh salah satu pengikut Ust. Ali terhadap salah satu murid Ust. Fauzi yang bernama Eko.
  2. nama yang benar adalah Habib Muhdlar al-Hamid, bukan Habib Ali Muhdor. Habib Muhdlar al-Hamid adalah seorang Ulama’ berfaham Sunni, bukan Syiah, bahkan beliau anti kepada Syiah. Adapun yang disebut Habib Ali Muhdor, sejatinya adalah Ust. Ali Al-Habsyi yang dicurigai warga berfaham Syiah.

-          Selain itu beberapa orang (mungkin orang syiah) mengacaukan berita bahwa katanya Ustadz Ali al-Habsyi itu bukan Syiah. Yang benar, ustadz ali dan kelompoknya itu memang dinilai warga sebagai syiah, Dan kecurigaan warga ini terbukti dengan adanya peristiwa penyerangan ini, juga ditemukannya rekaman suara Ust. Ali yang merendahkan kedudukan sahabat Abu bakar, Umar dan Utsman. Disamping adanya kesaksian beberapa orang yang pernah mengikuti pengajian-pengajian Ust. Ali.

-          Kemudian pengajian yang rencananya akan dilakasanakan pada 7 Juni besok, pelaksananya adalah warga NU Puger Wetan bukan Pondok  Pesantren Darus Sholihin  ataupun jama’ah Ust. Ali.

Ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa kita perlu tatsabbut dalam menerima berita soalnya banyak orang tidak tahu atau punya kepentingan buruk memberitakan hal yang tidak benar atau bahkan bertolak belakang 100% dengan kenyataan. (din, dari nukencong)

13 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*