Skandal Seks Manaf an-Naji, Orang Utama dan Wakil Imam Syi’ah tertinggi
HAUZAH SYIAH DIGUNCANG SKANDAL SEKS
Allah hendak menghinakan agama Syi’ah pada hari-hari belakangan ini dengan seburuk-buruk kehinaan. Jalan-jalan Raya di Irak bergoncang, manusia berbondong-bondong keluar di jalanan untuk menutut balas dendam. Orang utama dan wakil dari Imam Syi’ah tertinggi; al-Sistani [1] , yang bernama Manaf an-Naji, kehilangan telephone genggamnya yang kemudian diketahui ternyata pesawat telephone tersebut berisi rekaman-rekaman video mesum miliknya bersama sejumlah siswi di hauzah [2] , di mana semua siswi tersebut sebagian besar telah bersuami. Terbongkar sudah, bahwa orang fasik ini begitu piawai dalam mengabadikan “detik-detik dosa yang mendebarkan” bersama mereka yang mencapai lebih dari enam puluh rekaman. Hal ini tersebar dengan cepat di tengah masyarakat melalui sms dan bluetooth, begitu pula melalui internet dan youtube.
Belakangan terbukti di tengah masyarakat Irak, bahwa sangat sulit bagi al-Sistani untuk menyerahkan orang fasik ini, sebab ia memiliki rahasia keluarga al-Sistani. Menjadi jelas bahwa Manaf al-Naji termasuk orang yang suka bertukar-tukar istri, di mana ia senantiasa bertukar istri dengan Muhammad Ridha al-Sistani –putra dari Ali al-Sistani–. Mereka melakukan kebejadan moral ini dengan meyakini bahwa mereka bisa mempercepat keluarnya al-Mahdi yang ditunggu-tunggu, sebab ia tidak akan keluar kecuali setelah menyebarnya kerusakan. Tidak heran, jika siswa dan siswi lembaga pendidikan mereka meyakini bahwa mereka harus menjadi penyebab segera keluarnya al-Mahdi dengan cara-cara mereka yang rusak dan menyimpang yang mengharuskan tersebarnya kerusakan di muka bumi dengan cara melakukan semua yang diharamkan, berupa perzinaan, minum-minuman keras dan homoseksual, serta saling menukar istri. Dan yang terakhir ini terbilang sebagai cara mereka yang paling menjijikkan berkat bujukan jiwa mereka yang sakit.
Tampaknya, siswa dan siswi dari Indonesia yang pergi untuk mendalami agama Syi’ah bisa saja ikut-ikutan memberikan andil yang signifikan untuk mempercepat keluarnya al-Mahdi al-Muntazhar. Maka kami sampaikan “selamat” kepada para wali mereka atas keikutsertaan mereka dalam perbuatan nista yang dianggap –oleh sebagian mereka- akan meninggikan “martabat” manusia ini!!!
Kami mengisyaratkan kepada masalah penting yang dibongkar belakangan ini oleh salah satu orang terdekat Manaf al-Naji yang kabur tersebut, bahwa Manaf yang dikenal sangat tergila-gila dalam mengabadikan petualangan seksualnya itu juga memiliki berbagai rekaman video sebagian istri para wakil al-Sistani yang gemar bertukar-tukar istri, ditambah dengan rekaman video yang ia ambil saat melakukan perzinaan dengan istri Muhammad Ridho al-Sistani, putra tertua Ali al-Sistani sekaligus pimpinan urusan marja’iyah nya. Satu hal yang mengakibatkan krisis besar dan hakikat terbesar dari krisis dan skandal memalukan yang menjadikan al-Sistani menggelontorkan milyaran dolar guna membungkam dan mengaburkan kasus ini.
Manaf al-Naji yang memiliki banyak rekaman video yang membuat malu al-Sistani dan keluarganya, bisa jadi tidak segan-segan untuk segera menyebarkan semua rekaman itu jika al-Sistani meninggalkannya atau ketika merasa putus asa. Terlebih lagi ia tidak akan rugi melebihi kerugiannya yang pertama yang menjadikan al-Sistani berada di antara dua palu kehinaan yang akan menghabisinya, serta di antara dua ancaman dengan hal memalukan terbesar yang membuat masyarakat merasa tertipu dengan kemuliaannya, akan memberontak dengan ganas kepadanya setelah rakyat merasa yakin bahwa mereka benar-benar tertipu oleh para lelaki bersorban yang telah merampas harta mereka dengan sebutan al-Khumus (seperlima harta) dan merusak kehormatan mereka atas nama mut’ah . Sekarang ini telah terbukti pada kebanyakan orang –segala puji bagi Allah– setelah peristiwa menjijikkan ini bahwa agama mereka sejatinya dibangun di atas seks , mut’ah dan perampasan harta . Allah telah menghinakan mereka dengan sehina-hinanya setelah mereka lancang menodai kehormatan Nabi dengan menuduh ibunda kaum mukminin, Aisyah s, dengan perbuatan tidak senonoh secara dusta dan mengada-ada, maka Allah menghinakan kehormatan mereka dengan sebenar-benarnya. Bahkan, termasuk pembalasan Allah terhadap mereka demi membela Aisyah s yang suci adalah dengan menghinakan syi’ah yang berkelanjutan hingga hari kiamat, dengan nama mut’ah, sementara mereka tidak merasa.
Surat kabar Al-Ayyam pada edisi 7747, hari Sabtu 26 Juni 2010 mengangkat sebuah laporan tentang kebejadan ini. Sumber itu menyebutkan bahwa beberapa alamat situs di Irak tengah melayangkan protes keras kepada rujukan utama Syi’ah di Irak setelah tindakan amoral itu melanda Manaf al-Naji, wakil rujukan tertinggi Syi’ah, Ali al-Sistani. Hal mana memicu amarah hebat di jalanan Irak. Alamat-alamat situs itu mengatakan bahwa al-Naji memanfaatkan situs agamisnya untuk menyesatkan, membuat miskin dan bodoh para korban untuk menjebak mereka dalam jaringan kotornya. Sumber itu menyebutkan bahwa al-Naji terbiasa melakukan perzinaan dengan wanita-wanita yang bersuami dan memiliki anak-anak. Di antaranya adalah penanggung jawab sekolah wanita milik al-Sistani, yang semakin menambah kericuhan keluarga besar di antara mereka sendiri, juga pembunuhan dan penyembelihan sebagian wanita bersuami yang kedapatan ikut “bermain” dengan al-Naji. Bahkan keluarga salah satu wanita yang gambar mesumnya diambil oleh al-Naji keluar untuk membunuhnya.
Sumber-sumber menyatakan bahwa orang-orang yang taklid kepada al-Sistani berkumpul di depan rumah Manaf al-Naji yang telah melarikan diri setelah peristiwa memalukan itu, mereka menuntutnya juga keluarga besar al-Naji untuk mengembalikan harta al-Khumus dan zakat yang biasa mereka bayarkan kepadanya, jika tidak maka mereka akan membawa kasus tersebut ke pengadilan, juga kasus kantor al-Sistani! Sumber menyebutkan bahwa utusan dari aparat pemda setempat telah mendatangi kantor al-Sistani untuk meminta agar menyerahkan al-Naji ke meja hijau. Jika tidak, maka mereka akan melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya.
Sumber menyatakan bahwa Syaikh Ahmad al-Anshari, wakil Sayyid al-Sistani yang memiliki hubungan baik dengan kebanyakan pimpinan keluarga besar, telah melakukan peran untuk rekonsiliasi dan menutupi kebejadan yang dilakukan oleh sahabatnya dan semisalnya dalam kantor al-Sistani, yakni Sayyid al-Naji.
Pemilik apotik di Propinsi al-Imarah mengatakan bahwa kasus memalukan tangan kanan al-Sistani membuat saya menemukan jawaban-jawaban atas banyak pertanyaan yang mengganggu pikiran saya selama ini tentang perilaku orang ini, yang dulunya sangat saya sucikan dan muliakan. Manaf al-Naji setiap harinya membeli obat-obatan yang bisa menguatkan libidonya, ditambah dengan beberapa pil memabukkan. Ketika kami tanyakan hal itu, ia mengatakan bahwa obat-obatan itu akan diberikan kepada sebagian keluarga fakir yang tidak punya uang untuk membelinya. Tetapi setelah kejadian ini terungkaplah bahwa Manaf al-Naji termasuk yang suka melakukan perbuatan mesum dengan para wanita yang datang untuk belajar, atau datang untuk menerima gaji bulanan bagi para fakir, dan kesempatan itulah ia campurkan zat adiktif [ramuan memabukkan] pada minuman sirup yang ia suguhkan pada mereka ketika berada di rumahnya untuk belajar.
Kita alihkan perhatian sebentar, bahwa al-Sistani sendiri merupakan anak hasil mut’ah, dan tentu saja musibahnya lebih besar, karena ia tidak mengetahui siapa bapaknya. Kisah hidupnya sudah popular. Berdasarkan biografinya yang tersebar dalam dunia maya bahwa ia dilahirkan di kota Masyhad Iran, ibunya sangat sering melakukan mut’ah untuk mendekatkan diri kepada Allah berdasarkan akidah mereka yang menyimpang. Setelah melahirkan putranya, al-Sistani, ibunya kebingungan, dari siapakah benih hasil mut’ah itu ia nasabkan. Maka ia memutuskan untuk pergi ke Hauzah (semacam pesantren) di kota Qum yang disucikan untuk meminta fatwa. Maka mufti besar yang menjadi rujukan utama, Sayyid Husain al-Thabathaba’i memberikan fatwa untuk mengundi nama-nama pria yang telah melakukan mut’ah dengannya. Setelah diundi, keluarlah nama Sayyid Muhammad Baqir untuk menjadi ayah al-Sistani di hadapan manusia. Itu terjadi pada tahun 1930. Demikianlah seorang rujukan utama Syi’ah yang merupakan anak hasil undian. Seiring dengan pergantian waktu, ia menjadi referensi utama. Sekedar diketahui, seperti halnya al-Khomaeni, ia belum pernah sekalipun pergi melaksanakan haji. Sebagaimana ia juga tidak bisa berbahasa Arab, sehingga tidak dikenal rekaman suaranya –meski hanya sekali- yang menggunakan bahasa Arab atau membaca al-Qur’an. Umumnya masyarakat Syi’ah tidak memiliki rekaman darinya walau hanya satu yang berisi pelajaran atau nasehat. Sebaliknya, ia hanyalah sosok “misterius” yang tersembunyi dari penglihatan manusia sejak lama.
Sosok seperti ini yang mereka pilihkan bapak baginya melalui undian. Tidaklah mengherankan jika kemudian membolehkan seorang suami melakukan sodomi terhadap istrinya. Tidak pula mengherankan ketika ia berfatwa memperbolehkan mut’ah dengan pelayan [pembantu rumah tangga] dari Indonesia sekalipun tanpa restu keluarganya. Fatwa-fatwa ini disebutkan dan tersebar dalam internet Syi’ah, dan menjadi konsumsi masyarakat awam Syi’ah di manapun berada.
Jika seperti ini keadaan ibu al-Sistani, maka bagaimana ia akan mengupayakan agar kaum wanita menjadi orang-orang suci? Apakah sosok seperti Manaf al-Naji yang “gila” untuk melakukan mut’ah dengan para wanita bersuami atau siswi-siswi di hauzah, akan menjadi permisalan dalam kemuliaan dan kesucian diri?
Sesungguhnya tindak asusila yang mengguncang hauzah adalah juga tindak asusila yang mengguncang Vatikan, sekalipun berbeda dalam detilnya, akan tetapi hati mereka saling menyerupai. Sekedar untuk diketahui bahwa sejumlah tokoh dan syaikh sebagian kabilah menyatakan dengan terus terang kepindahan mereka kepada madzhab sunni dan meninggalkan madzhab syi’ah setelah peristiwa keji yang dilakukan oleh Manaf al-Naji yang telah mengguncang jalanan Irak. Syaikh Bani Malik mengatakan, “Kami adalah keluarga besar Arab tulen yang berpindah dari Jazirah Arabiah ke Irak, dan ia adalah kabilah sunni yang murni, akan tetapi mengingat bersambungnya wilayah Irak selatan dengan Iran, maka kabilah itu berubah menjadi Syi’ah. Inilah kami telah memperbaiki kesalahan dan kembali kepada madzhab ahlus sunnah.”
Kami, majalah Qiblati , menawarkan bantuan besar kepada “anak undian” Sayyid al-Sistani, kami usulkan kepadanya untuk keluar dari skandal memalukan ini dengan cara keluar di hadapan manusia untuk menyampaikan kepada mereka bahwa ia telah bertemu al-Mahdi al-Muntadzar yang merasa berbahagia dengan mut’ah [zina] yang dilakukan oleh Manaf al-Naji dengan para wanita Syi’ah, dan bahwa ia telah menjadikan kedudukan bagi setiap suami yang istri mereka dicabuli oleh Manaf al-Naji, yakni dengan menjadikan mereka bersama al-Husain di sorga. Maka siapa yang menginginkan untuk berkumpul dengan al-Husain di sorga, silakan menyerahkan istrinya untuk dinikmati oleh para “pemakai surban”.
Begitulah, gugurnya agama Syi’ah secara cepat, terkuak hakikatnya bagi mereka yang berakal. Adapun orang-orang yang akalnya tumpul yang ikut merasakan manfaat dari harta pemberian, maka bagi mereka agama Syi’ah tidak jatuh, karena agama mereka adalah harta (khumus) dan seks (mut’ah).
Semoga Allah meridhaimu wahai ibunda Aisyah Rodiallohu ‘anha , semoga Allah meridhai engkau, yang mana Allah membalas dendam kepada mereka untukmu di dunia sebelum kelak di akhirat. Maka Allah menjadikan kehormatan Syi’ah terjerembab di setiap saat hingga hari kiamat dengan apa yang mereka halalkan untuk diri mereka sendiri dengan nama mut’ah. Ini sebagai kemuliaan bagimu wahai ibunda kaum mukminin. Cinta macam apakah dari Allah untukmu wahai wanita terpandai di jagat raya ini?!
Demi Allah sekiranya dunia seisinya berkumpul membalaskan dendam untukmu, tentu tidak sanggup menyamai balas dendam Allah. Sungguh, ini merupakan keadilan Allah dan timbangan-Nya yang tidak akan salah dan keliru. Semoga Allah meridhaimu wahai ibunda Aisyah Rodiallohu ‘anha . (FZ)*
[1] Ali Sistani adalah marja’ (rujukan) syiah terbesar hari ini setelah meninggalnya al-Khu’i tahun 1413 H. Dia adalah orang Persia Iran yang bermukim di Negeri Arab, Najaf Irak. Asli Persia, tidak bisa berbahasa Arab. Dia terkenal dengan seruannya kepada Amerika untuk menjajah Irak, dan terkenal dengan fatwanya bahwa orang syiah harus membuka jalan selebar-lebarnya untuk pasukan AS dalam menyerang dan memasuki Irak. Dia yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan dan pembantaian ahlussunnah di Irak yang dilakukan oleh milisi-milisi Syiah yang loyal kepada Iran. Dia mendiamkan dan meridhai kitab-kitab syiah yang mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Usman, Aisyah dan Hafshah dan menvonis mereka sebagai ahli neraka Jahannam, lebih najis daripada anjing dan babi.
Dia berfatwa: tidak boleh memberi zakat kepada fakir miskin ahlussunnah, tidak sah shalat orang syiah di masjid ahlussunnah. Yang tidak beriman dengan imamah syiah kafir di dunia kekal di neraka Jahannam, shalat di Masjid Ali lebih afdhal daripada shalat di Masjid Nabawi. Dia juga yang berfatwa dengan ratusan fatwa tentang seks yang memalukan setiap muslim, karena kotor dan jijiknya serta jauhnya dari Islam . (AH)
http://www.youtube.com/watch?v=QOqGz4kzaQE.
[2] Hauzah, istilah untuk semacam perguruan agama, di Indonesia atau kalangan sunni dikenal dengan ma’had atau pesantren.
Sumber: Majalah Qiblati edisi 11 Tahun V
This entry was posted by Abu Hamzah on 31 August 2010 at 14:39, and is filed under Artikel , Info , Syi'ah . Follow any responses to this post through RSS 2.0 .You can leave a response or trackback from your own site.
-
-
#2 written by arsyad 7 months ago
Alama sesama islam hanya beda mazab aza pada gontok gontokan saling hina, saling caci maki, saling memusuhi, saling mengkafirkan. Bahkan saling medoakan yg jelek agar dihancurkan Allah. Sy gak abis fikir kenapa jadi begini? Syiah dan sunni kalo ditanya tuhanmu siapa mereka Jawab ALLAH. Nabi panutanmu siapa? mreka jawab Nabi Muhammad SAW. Kitap sucimu apa ? Baik Sunni maupun syi’ah menjawab Al-Qur’an. Jawbanya sama kan . Yg bedakan cuma siapa yg berhak sebagai khalifah pengganti setelah wafat nya Nabi Allah Muhammad SAW. Yg beda cuma itu, kalo syi’ah berkata yg berhal Ali ra. Kalo sunni yg berhal ya Abu bakar. beda jawaban itu masa harus musuhan. gak logis deh om. Mari kita cari persamaanya sajalah om
Kalau orang faham tentang dua hal lalu membandingkan antara keduanya maka hasilnya adalah ilmu.
Namun kalau orang tidak faham yang melakukan perbandingan maka hasilnya adalah jahl dan dhalalah.
Anda ingin contoh? Baca makalah orang syiah memusuhi Allah dan Nabi Muhammad. -
#3 written by Perindu 1 year ago
Harus dibedakan ini karena ajaran atau karena Individu.
Bagi AhlulSunnah, Mengkritik hatta Nabi Allah SAW pun tidak apa2. Tetapi ketika mengkritik sahabat maka seluruh pelajar Sunny akan berkata Syi’ah telah mencela sahabat. Bukankah haya Sunny yang mengatakan Nabi SAW tidak luput dari kesalahan, sementara Syi’ah menghargai dan menempatkan Nabi sebagai sosok yang Maksum.
Jika Nabi SAW aja berani anda kritik (misal pernah bermuka masam), masa mengkritik sahabat gak boleh? misalnya masalah Saqifah ang melibatkan khalifah pertama, masa untuk mendiskusikan itu saja dikatakan mencela..Jangan website ini ingin menakut2i kita para pelajar untuk jangan mempelajari sejarah, agar kita terbiasa saling menghujat. Anda agung2kan cerita seseorang spt judul topik ini, sementara menjatuhkan vonis kepada mazhab yang dianutnya.
Jika anda mau googling, maka ditempat lainpun ada cerita yang sama (ttg penghinaan) hanya saja ditujukan ke mazhab yang lain.Kenapa anda tidak mencari kesamaannya? Meninggikan cerita keilmuan ketimbang hasyut.. Lihat saja judul2 link yang anda tawarkan, semua memancing kekisruhan.
Semoga saudara Perindu, saya ucapkan terima kasih atas kritik dan pertanyannya. Secara singkat bisa kami jawab sebagai berikut
1. Anda keliru ketika berkata atas nama ahlussunnah, karena Ahlussunnah sepakat bulat bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ma’shum, sebagaimana para nabi yang lain.
2. Anda keliru ketika mengatakan bahwa kita mengkritik Nabi dengan mengatakan pernah bermuka masam. Yang mengatakan Nabi bermuka masam dan yang menasehati nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Allah. Dan Ini adalah bentuk kemakshuman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Artinya Allah tidak membiarkan nabinya berbuat salah. Nabi dijaga dari salah, meskipun alasan nabi masuk akal dan benar namun Allah ingin kesempurnaan untuk nabinya, maka Allah mengarahkan kepada yang lebih baik.Inilah firman Allah beserta tafsir ahlussunnah waljama’ah. Coba telaah mana yang salah :
عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى (2) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4) أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى (5) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6) وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى (7) وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى (8) وَهُوَ يَخْشَى (9) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (10) كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11) فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ (12) فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ (13) مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14) بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ (16)
تفسير سورة عبس
وهي مكية.
بسم الله الرحمن الرحيم
{ عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الأَعْمَى (2) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4) أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى (5) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6) وَمَا عَلَيْكَ أَلا يَزَّكَّى (7) وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى (8) وَهُوَ يَخْشَى (9) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (10) كَلا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11) فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ (12) فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ (13) مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14) بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ (16) }ذكر غيرُ واحد من المفسرين أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يوما يخاطبُ بعض عظماء قريش، وقد طَمع في إسلامه، فبينما هو يخاطبه ويناجيه إذ أقبل ابنُ أم مكتوم-وكان ممن أسلم قديما-فجعل يسأل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن شيء ويلح عليه، وودَّ النبي صلى الله عليه وسلم أن لو كف ساعته تلك ليتمكن من مخاطبة ذلك الرجل؛ طمعا ورغبة في هدايته. وعَبَس في وجه ابن أم مكتوم وأعرض عنه، وأقبل على الآخر، فأنزل الله عز وجل: (عَبَسَ وَتَوَلَّى * أَنْ جَاءَهُ الأعْمَى * وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى ) ؟ أي: يحصل له زكاة وطهارة في نفسه. (أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى ) أي: يحصل له اتعاظ وانزجار عن المحارم ، (أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى * فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى ) أي: أما الغني فأنت تتعرض له لعله يهتدي، (وَمَا عَلَيْكَ أَلا يَزَّكَّى ) ؟ أي: ما أنت بمطالب به إذا لم يحصل له زكاة. (وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى * وَهُوَ يَخْشَى ) أي: يقصدك ويؤمك ليهتدى بما تقول له، (فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى ) أي: تتشاغل. ومن هاهنا أمر الله عز وجل رسوله صلى الله عليه وسلم ألا يخص بالإنذار أحدًا، بل يساوى فيه بين الشريف والضعيف، والفقير والغني، والسادة والعبيد، والرجال والنساء، والصغار والكبار. ثم الله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم، وله الحكمة البالغة والحجة الدامغة.
قال الحافظ أبو يعلى في مسنده: حدثنا محمد-هو ابن مهدي-حدثنا عبد الرزاق، أخبرنا مَعْمَر، عن قتادة [عن أنس] (1) في قوله: (عَبَسَ وَتَوَلَّى ) جاء ابن أم مكتوم إلى النبي صلى الله عليه وسلم وهو يكلم أبي بن خلف، فأعرض عنه، فأنزل الله: (عَبَسَ وَتَوَلَّى * أَنْ جَاءَهُ الأعْمَى ) فكان النبي صلى الله عليه وسلم بعد ذلك يكرمه.
قال قتادة: وأخبرني أنس بن مالك قال: رأيته يوم القادسية وعليه درع ومعه راية سوداء-
__________
(1) تنبيه: ما بين المعقوفين ليس في أصل مسند أبي يعلى وتفسير عبد الرزاق. وهل من النسخ، وأظنه مقحما. والله أعلم.
3. Anda harus jujur dalam membedakan antara mendiskusikan dan mencela. Kitab ahlussunnah menjelaskan bagaimana proses disdusi para sahabat di saqifah sampai Abu Bakar dibaiat secara aklamai. Ini namanya membahas. Kalau kita mempelajari data-data sejarah itu dan mengkaji hingga kita faham bahwa abu bakar memang layak menjadi khalifah bahkan ali ibn abi thalib juga berbaiat kepadanya. Maka ini mendiskusikan namanya.
Tapi ada kitab syiah yang mengatakan bahwa abu bakar merampas hak ahlul bait, dia zhalim, merubah al-quran, memusuhi ahlul bait. Maka ini mengkritik bahkan menfitnah namanya.
Maka saudara Perindu harus berani mengatakan bahwa referensi syiah itu menfitnah dan menteror. Dan orang yang menjadikan buku fitnah sebagai rujukan dan membela isinya maka bukan mendiskusikan tetapi mencela dan menghujat.Kemudian diskusi itu ada syaratnya yaitu ilmu. Orang yang tidak berilmu tidak berhak berdiskusi dalam hal yang tidak dikuasainya. Kewajibannya adalah belajar dan bertanya bukan berdiskusi dan mendebat..
4. tolong sebutkan dimana website ini menakut-nakuti untuk belajar sejarah? Jika anda tidak bisa mendatangkan bukti itu sama saja dengan fitnah dan provokasi.
5. anda sepertinya membela madzhab al-Sistani. Saya perlu bertanya kepada Anda yang telah dimuliakan oleh Allah dengan hati runai, dan akal sehat: apakah anda tetap menyanjung sebuah madzhab meskipun madzhab itu memusuhi orang-orang yang dicintai oleh Allah, Rasul-Nya, ahlul bait dan kaum mukminin? Seperti abu baker Umar usman Ali, Aisyah dan Fatimah? Tolong dijelaskan biar orang tidak salah menyimpulkan.
6. Apakah saat anda menulis komentar dan pertanyaan di atas sudah anda pikirkan? Atau anda belum berfikir?Coba perhatikan ucapan anda sekarang:
“Kenapa anda tidak mencari kesamaannya? Meninggikan cerita keilmuan ketimbang hasyut.. Lihat saja judul2 link yang anda tawarkan, semua memancing kekisruhan.”
kami balik bertanya kepada Anda:
Kenapa anda tidak mencari persamaan antara saya dan Anda? Kenapa anda malah memprovokasi dan menfitnah dengan mengklaim bahwa judul-judul link yang kami tawarkan semua memancing kekisruhan? Kami merindukan saudara perindu bersikap konsisten dengan ucapan anda: carilah persamaan kami dengan anda, jangan anda mencari perbedaan kami dengan anda. Apakah Anda sanggup memegangi ucapan Anda?!!
Jika anda tidak sanggup maka itu bukti kesalahan akidah dan prinsip anda.
-
#5 written by hamba yg dho'if 1 year ago
Assalamu’alaikum, sudah tentu…syi’ah memang bukan Islam dan Islam memang bukan syi’ah.
Setelah melihat artikel ini aku jadi semakin mantafff agar memilih jalan keselamatan yaitu jalan ahlussunnah wal jama’ah dengan pemahaman para salafus sholih yang terpercaya.
Jazakallahu khair atas artikelnyaWa’alaikumussalam. Aamiin. Semoga Allah senantiasa menjaga kita
-
#6 written by fadli 1 year ago
ingat sahabatku… memfitnah lebih kejam dari pada pembunuhan, hati2 dengan tulisan anda, krn Allah akan melaknat anda jika anda menulis tidak berdasarkan pengetahuan tapi berdasarkan kebencian anda kepada Syi’ah, atau anda tidak sadar sedang berada dalam settingan kaum yahudi yaitu memecah belah islam dengan mengadudomba dua mazhab besar yaitu syi’ah dan sunni…
Betul, memfitnah lebih kejam dari pembunuhan, seperti yang dilakukan Yasir Habib; menfitnah para sahabat Nabi Shallallhu Alaihi wa Sallam terutama ibunda kita dan ibunda anda juga Aisyah as-Shiddiqah Radhiyallahu ‘anha.
Begitu pula perbuatan kejam adalah menolak fakta karena hasad seperti orang-orang yahudi dan kristen yang menolak kebenaran Nabi Muhammad Shallallhu Alaihi wa Sallam dan kebenaran al-Quran.Yang kami tulis itu benar sebagaimana tulisan kami tentang yasir Habib tokoh syiah yang “Paling jujur” abad ini. Maksud saya paling jujur dalam pengakuannya mengenai keyakinannya kepada Aisyah Radhiyallahu ‘anha dan para sahabat lainnya Radhiyallahu ‘anhum. Sementara yang lainnya bersikap munafiq.
Kami ketika memusuhi syiah bukan karena Amerika atau Yahudi sebab sebelum ada Amerika dan Negara Israel pun setiap mukmin membenci syiah yang mebenci dan mencaci maki sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa ‘ala Alihi wa Shahbihi wa Sallam.Kalau antum ingin tahu video munaf Naji silakan lihat di:
http://www.youtube.com/watch?v=E-Coo2PsoHc
dengan judul:
فضيحة يوتيوب مناف ناجي وكيل الدجال السيستاني تحميل
atau judul:
الأدلة القطعية في فساد المرجعية فضيحة مناف الناجيdi
http://www.youtube.com/watch?v=ndtwAW5R9eA&feature=related
atau penjelasan orang syiah yang sudah taubat:
مهتدي عراقي يفضح مناف الناجي وعلماء الشيعهdi http://www.youtube.com/watch?v=Nr29I9dso-8&feature=related
atau
شاهد الفيلم الاباحي لوكيل السيستاني مناف الناجي(2)atau
سبب صمت المرجعية الشيعية عن فضيحة مناف الناجي
atau yang lain.
Akhi, antum sempat-sempatnya membela pezina seperti Munaf Naji, lalu mana suara antum untuk membela Ibunda kaum mukminin Aisyah Radhiyalahu ‘anha dan para sahabat Nabi Shallallhu Alaihi wa Sallam yang lain??!! Manakah keimanan antum dan keislaman antum? Kami sangat menanti kutukan antum kepada yasir habib yang dilaknat oleh Allah, para malaikat dan seluruh manusia itu. -
#7 written by Anti Penghasut Agama 1 year ago
“Tampaknya, siswa dan siswi dari Indonesia yang pergi untuk mendalami agama Syi’ah bisa saja ikut-ikutan memberikan andil yang signifikan untuk mempercepat keluarnya al-Mahdi al-Muntazhar. Maka kami sampaikan “selamat” kepada para wali mereka atas keikutsertaan mereka dalam perbuatan nista yang dianggap –oleh sebagian mereka- akan meninggikan “martabat” manusia ini!!!”
Lagi2 Nte tunjukkan kelemahan dengan berprasangka buruk kepada orang lain..Dan inilah kelemahan kalian,,wahai penghasut tersistematis…Penghasut dengan memuji aliran kalian yang sesatnya lebih nyata,,dan menjatuhkan yang lainnya dengan berbagai macam cara…Gak jadi Muslim lebih bermanfaat daripada jadi pengikut kalian dan BOSS kalian para Wahabbi di Arab Saudi Sana…kelemahan kalian, sekaligus kesesatan dan kerendahan kalian adalah kalian mencaci maki para sahabat nabi, para istri Nabi, para ulama, mengatakan al-Quran yang ada ini palsu dlsb. sehingga kalian tidak punya kitab suci karena dibawa lari sama “al-mahdi” (yang versi khurafat itu).
jadi kelemahan kalian menolak al-Qur`an dan sunnah serta ijma’ sahabat nabi. meskipun ayat jelas, hadits jelas, logika jelas tetap saja kalian menolak -kecuali orang yang dirahmati Allah-
sedangkan kami berkata dengan dasar (dalil) dan akal sehat. diantara akal sehat adalah menguji kebenaran omongan dengan konsekuensinya. termasuk soal mut’ah tadi.
kemudian selain itu Syaikh kalian, orang-orang yang beragama Syiah yang bernama Ali al-Kurani mengatakan:
“Barang siapa berhasil membunuh raja Abdulah maka aku jamin untuknya keluarnya imam Mahdi (versi Syiah tentunya-yang khurafat itu)”
silakan tonton di youtube dengan judul:الضال الكوراني يقول من يقتل الملك عبدالله اضمن له خروج المهدي
Didn't find any related posts :(