Khusus Untuk Pemuda Syiah (bag. 1)
(189 PERTANYAAN YANG DAPAT MENUNTUN MEREKA KEPADA AGAMA NABI SAW DAN AHLUL BAIT)
OLEH
Sulaiman ibn Shalih al-Kharasyi
diterjemah dan disajikan
oleh Abu Hamzah al-Sanuwi
Mukaddimah
Segala puji bagi Allah yang berfirman:
وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An’am: 153)
Shalawat dan salam untuk Nabi penutup yang bersabda:
وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ فِي رِوَايَةٍ : مَنْ كَانَ عَلَى مِثْلِ مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي
“Sesunggunya agama (ummat) ini akan terpecah menjadi 73 (kelompok), 72 di (ancam masuk ke) dalam Neraka dan satu yang didalam Surga, dia adalah Al-Jama’ah”.
Amma ba’du: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menginginkan -dengan iradah kawniyyah-Nya- agar umat Islam berpecah menjadi bergolong-golong, berkelompok-kelompok dan bermadzhab-madzhab yang banyak, sebagian memusuhi sebagian yang lain, sebagian berbuat makar terhadap yang lain, menyalahi apa yang Allah perintahkan pada saat terjadi perselisihan yaitu mengembalikan kepada Kitab-Nya dan sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dalam firman-Nya:
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (A-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa`: 59).
Oleh karena itu diantara kewajiban orang yang menasehati umatnya, mencintai persatuan dan kesatuannya adalah berupaya –semaksimal mungkin- dalam menyatukan mereka di atas kebenaran, dan mengembalikannya kepada apa yang ada di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, baik aqidahnya, syariatnya dan akhlaknya. Demi mengikuti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ
dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, (QS. Ali Imran: 103)
Diantara yang mendesak masalah ini adalah memberi pencerahan putera puteri sekte-sekte yang menyimpang dari dakwah Al-Qur`an dan sunnah, dengan segala penyimpangan yang ada pada mereka yang selama ini telah menghalangi mereka dari hidayah dan jama’atul muslimin.
Dari sini maka muncullah ide untuk mengumpulkan pertanyaan-pertanyan serta konsekuensi-konsekuensi logis yang diajukan kepada para pemuda dari kelompok syiah itsnayasyriyyah (Rafidhah), dengan harapan bisa mengembalikan orang-orang berakal Dario mereka kepada kebenaran; pada saat mereka merenungkan pertanyaan-pertanyaan dan konsekuensi-konsekuensi logis ini yang tidak mungkin bisa lari atau membantah, kecuali dengan menetapi dakwah Al-Qur`an dan sunnah yang bebas dari kontradiksi-kontradiksi ini.
Saya sungguh ta’jub dengan apa yang dilakukan oleh seorang pemuda syiah yang sudah bertaubat, ketika menceritakan kepindahannya dari kesesatan (syiah) menuju kebenaran (sunnah) dalam satu buku yang ia beri judul dengan judul yang sesuai yaitu “aku mendapatkan sahabat dan tidak kehilangan ahlul bait”!
Ia -semoga Allah memantapkannya- benar-benar mendapat taufiq dari Allah dalam pemilihan judul ini, karena muslim yang benar tidak merasa keberatan untuk menggabungkan antara mencintai ahlul bait dan mencintai para sahabat semuanya.
Dia mengingatkan kita dengan seorang nasrani yang masuk islam lalu menulis buku dengan judul “aku mendapatkan Muhammad tanpa kehilangan Yesus A’laihi Sallam”
Kami memohon kepada Allah agar menjadikannjya bermanfaat bagi para pemuda syiah yang diberi taufiq, dan agar menjadikannya sebagai kunci kebajikan bagi mereka, dengan mengingatkan bahwa rujuk kepada kebenaran lebih baik dari pada terus mengikuti kebatilan. Juga seorang syiah ketika konsisten dengan sunnah, senang dengannya, dan membelanya maka bisa jadi ia mengungguli ahli sunnah yang malas dan berpaling dari agama mereka, yang larut dalam syahwat atau terjatuh dalam syubhat. Allah berfirman:
مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ
Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan) (QS. Ar-Ruum: 44)
Wallau a’lam. Semoga shalawat dalam salam tercurah bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, para keluarganya dan sahabatnya….. aamiin.
(diterjemah di Malang Rabu, 17 R. Tsani/ 23 Maret 2011)
Khusus Untuk Pemuda Syiah
Ilzamat
(Konsekuensi-konsekuensi Logis)
-
Syiah berkeyakinan bahwa Ali Radhiallahu ‘Anhu adalah imam yang ma’shum, kemudian kita mendapati Ali Radhiallahu ‘Anhu –dengan diakui oleh Syiah- bahwa ia menikahkan putrinya yang bernama Kultsum saudari Hasan dan Husain dengan Khalifah Umar ibnul Khatthab!! Maka hal ini mengharuskan syiah (untuk mengatakan) satu dari dua perkara:
- Pertama: bahwa Ali Radhiallahu ‘Anhu bukan ma’shum, karena menikahkan putrinya dengan orang kafir!, dan ini bertentangan dengan prinsip dasar syiah (yang mengatakan bahwa imam ma’shim), bahkan akibatnya harus mengatakan bahwa para imam lainnya juga tidak ma’shum.
- Kedua: bahwa Umar adalah muslim! Yang menjadikan Ali (Yang ma’shum itu) rela mengambilnya sebagi mantu.
Dua jawaban ini membingungkan orang syiah.
Bersambung……
This entry was posted by Abu Hamzah on 24 March 2011 at 13:48, and is filed under Khusus Untuk Pemuda Syiah . Follow any responses to this post through RSS 2.0 .You can leave a response or trackback from your own site.
-
-
#1 written by ahmad 1 year ago
yang benar adalah ketika umar meminang putri imam Ali As maka imam menolaknya tetapi umar mengancam dengan keras bahkan akan membunuhnya (seperti yang ia lakukan kepada Fatimah Ahs sehingga janin yang dikandungnya meninggal/keguguran karena ulah bejat umar bin kotob), setelah itu dengan izin Allah imam Ali menikahkan budaknya umar sendiri dengan umar yang wajahnya telah Allah serupakan seperti ummi kultsum maka esok harinya ia baru sadar jika ia semalam telah tidur dengan budaknya sendiri, maka ketika ia akan mendatangi Imam Ali dan bertemu salman, maka salman menasehatinya supaya tidak melanjutkan apa yang ingin ia perbuat pada Imam Ali jika tidak maka aib tentang dirinya akan tersebar kepada masyarakat qurays………….
Subhanallah! Pintar sekali orang syiah berbohong, menyebar kebatilan dan menolak kebenaran. Ini seperti tulisan anda sebelumnya: asal tulis dan asal nolak.
Syiah penolak kebenaran dan penebar khurafat.
Imam Ali yang “ma’shum” menikahkan putrinya dengan Umar
Imam Ali yang gagah perkasa menikahkan putrinya dengan Umar ibnul Khattab Radhiyayallahu ‘anhumOrang syiah bingung menghadapi fakta yang terang bagai matahari ini. Makanya sebenarnya orang syiah itu benci Rasulullah, para sahabat dan ahlul bait sekaligus. Berdusta atas Rasulullah, berdusta atas Umar dan berdusta atas Ahlul bait.
-
#2 written by Gen Sunni 1 year ago
terdapat banyak ayat al-Qur’an yang menyokong kredo Syiah tersebut. Ayat tathir (33):33, ayat Ulil Amri (4):49, ayat Wilayah (5):55 tentang kemaksuman para Imam Syiah.
Riwayat yang ada saling bertentangan bahwa apakah U…mmu Kultsum itu adalah putri sesungguhnya Amirul Mukminin? Apakah memang ada yang namanya Ummu Kultsum yang menjadi putri Amirul Mukminin As.
Riwayat-riwayat ihwal pernikahan juga tidak sejenis dan berbeda satu dengan yang lain.
Baginda Ali tidak menikahkan putrinya dengan Khalifah Kedua. Dalam Thabaqat Ibn Sa’ad disebutkan bahwa Umar menyampaikan pinangan untuk menikahi Ummu Kultsum kepada Baginda Ali namun Baginda ALi menolaknya.. dan berulang kali melakukan demikan dengan nada ancaman. Akhirnya Baginda Ali menyerahkan urusan pernikahan itu kepada pamannya Abbas bin Abu Thalib. Zurqani salah seorang ulama Sunni berkata, bahwa sebelum mencapai usia baligh Umar telah meninggal…”
Syiah mana yang memberikan jawaban tidak logis seperti yang Anda beberkan….
Imam Nawawi pensyarah terbesar Sahih Muslim berkata bahwa Umar adalah menantu Abu Bakar. Di akhir redaksi syarah ini, bahwa menikah dengan Umar Ra..
أختا عائشة: اللتان أرادهما أبو بكر الصديق، رضى الله عنه، بقوله لعائشة: إنما هما أخواك وأختا…ك، قالت: هذان أخواى، فمن أختاى؟ فقال: ذو بطن بنت خارجة، فإنى أظنها جارية. ذكر هذه القصة فى باب الهبة من المهذب، وقد تقدم بيانهما فى أسماء الرجال فى النوع الرابع فى الأخوة، وهاتان الأختان هما أسماء بنت أبى بكر، وأم كلثوم، وهى التى كانت حملاً، وقد تقدم هناك إيضاح القصة، وأم كلثوم هذه تزوجها عمر بن الخطاب، رضى الله عنه.
النووي، أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف بن مري (متوفاي676 هـ)، تهذيب الأسماء واللغات، ج 2، ص630، رقم: 1224، تحقيق: مكتب البحوث والدراسات، ناشر: دار الفكر – بيروت، الطبعة: الأولى، 1996مWahai orang syiah ketahuilah:
1. Tidak ada khilaf bahwa yang dinikahi adalah Ummu Kultsum binti Ali
2. Tidak ada ancaman dari umar. Pernikahan itu dengan ridha dari kedua belah pihak
3. Pernikahan itu menghasilkan anak Zaid dan Ruqayyah (setelah Umar wafat dinikahi oleh Auf ibn Ja’far ibn Abi Thalib. Setelah Auf wafat, dinikahi oleh saudaranya yaitu Abdullah ibn Ja’far. Kemudian Ummu Kultsum dan puteranya Zaid Ibn Umar wafat dalam satu hari secara bersamaan)
4. Pernikahan itu disepakati oleh kitab Sunni dan Syiah- Kitab Sunni yang menetapkan pernikahan Umar Radhiallahu ‘Anhu dengan Ummu Kultsum binti Ali Radhiallahu ‘Anhu:
قال ابن حجر في الإصابة: (في 293/8)
أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب الهاشمية أمها فاطمة بنت النبي صلى الله عليه وسلم
ولدت في عهد النبي صلى الله عليه وسلم
قال أبو عمر ولدت قبل وفاة النبي صلى الله عليه وسلم(قصة زواجها من سيدنا عمر رضي الله عنهما)
——————————————-قال ابن أبي عمر المقدسي حدثني سفيان عن عمرو عن محمد بن علي أن عمر خطب إلى علي ابنته أم كلثوم فذكر له صغرها فقيل له إنه ردك فعاوده فقال له علي أبعث بها إليك فإن رضيت فهي امرأتك فأرسل بها إليه فكشف عن ساقها فقالت مه لولا إنك أمير المؤمنين للطمت عينيك
وقال ابن وهب عن عبد الرحمن بن زيد بن أسلم عن أبيه عن جده تزوج عمر أم كلثوم على مهر أربعين ألفاوذكر ابن سعد عن أنس بن عياض عن جعفر بن محمد عن أبيه أن عمر خطب أم كلثوم إلى علي فقال إنما حبست بناتي على بني جعفر فقال زوجنيها فوالله ما على ظهر الأرض رجل يرصد من كرامتها ما أرصد قال قد فعلت فجاء عمر إلى المهاجرين فقال رفئوني فرفئوه فقالوا بمن تزوجت قال بنت علي إن النبي صلى الله عليه وسلم قال كل نسب وسبب سيقطع يوم القيامة إلا نسبي وسببي
ومن طريق عطاء الخراساني أن عمر أمهرها أربعين ألفاقلت وقصة زواجه هذه ذكرها البيهقي كاملة في السنن الكبرى
63/7
أخبرنا أبو عبد الله الحافظ ثنا الحسن بن يعقوب وإبراهيم بن عصمة قالا ثنا السري بن خزيمة ثنا معلى بن أسد ثنا وهيب بن خالد عن جعفر بن محمد عن أبيه عن علي بن الحسين ح
وأخبرنا أبو عبد الله الحافظ ثنا أبو العباس محمد بن يعقوب ثنا أحمد بن عبد الجبار ثنا يونس بن بكير عن بن إسحاق حدثني أبو جعفر عن أبيه علي بن الحسين قال لما تزوج عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه أم كلثوم بنت علي رضي الله تعالى عنهم أتى مجلسا في مسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم بين القبر والمنبر للمهاجرين لم يكن يجلس فيه غيرهم فدعوا له بالبركة فقال أما والله ما دعاني إلى تزويجها إلا أني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول كل سبب ونسب منقطع يوم القيامة إلا ما كان من سببي ونسبي لفظ حديث بن إسحاق
وقال البيهقي: وهو مرسل حسن
وقد روى من أوجه أخر موصولا ومرسلاقلت
وذكر ابن حجر في التلخيص 143/3 عند حديث كل سبب ونسب يوم القيامة ينقطع إلا سببي ونسبي
قال بعد ذكر طرقه من رواية سيدنا عمر رضي الله عنه:
ورواه بن السكن في صحاحه من طريق حسن بن حسن بن علي عن أبيه عن عمر في قصة خطبته أم كلثوم بنت علي
ورواه البيهقي أيضا
ورواه أبو نعيم في الحلية من حديث يونس بن أبي يعفور عن أبيه عن بن عمر عن عمر
ثم ذكر باقي الرواة من الصحابةوقال في 147/3
فائدة
روى عبد الرزاق وسعيد بن منصور وابن أبي عمرو عن سفيان عن عمرو بن دينار عن محمد بن علي بن الحنفية أن عمر خطب إلى علي ابنته أم كلثوم فذكر له صغرها فقال أبعث بها إليك فإن رضيت فهي امرأتك فأرسل بها إليه فكشف عن ساقها فقالت لولا أنك أمير المؤمنين لصككت عينك(نسل سيدنا الفاروق منها رضي الله عنهم)
————————————–
قال الزبير ولدت لعمر ابنيه زيدا ورقيةقلت وسيأتي في التتمة شيء مما يتعلق بهذا النسل المبارك
(حياتها بعد الفاروق رضي الله عنها):
———————————–ذكر أبو بشر الدولابي في الذرية الطاهرة من طريق أبي إسحاق عن الحسن بن الحسن بن علي قال لما تأيمت أم كلثوم بنت علي عن عمر فدخل عليها أخواها الحسن والحسين فقالا لها إن أردت أن تصيبي بنفسك مالا عظيما لتصيبن فذخل علي فحمد الله وأثنى عليه وقال أي بنية إن الله قد جعل أمرك بيدك فإن أحببت أن تجعليه بيدي فقالت يا أبت أني امرأة أرغب فيما ترغب فيه النساء وأحب أن أصيب من الدنيا فقال هذا من عمل هذين ثم قام يقول والله لا أكلم واحدا منهما أو تفعلين فأخذا شأنها وسألاها ففعلت فتزوجها عوف بن جعفر بن أبي طالب
وذكرها الدارقطني في كتاب الإخوة أن عوفا مات عنها فتزوجها أخوه محمد ثم مات عنها فتزوجها أخوه عبد الله بن جعفر فماتت عنده
وذكر بن سعد نحوه وقال في آخره فكانت تقول أني لأستحي من أسماء بنت عميس مات ولداها عندي فأتخوف على الثالث قال فهلكت عنده ولم تلد لأحد منهم(وفاتها رضي الله عنها)
———————-
قال الزبير وماتت أم كلثوم وولدها في يوم واحد أصيب زيد في حرب كانت بين بني عدي فخرج ليصلح بينهم فشجه وهو لا يعرفه في الظلمة فعاش أياما وكانت أمه مريضة فماتا في يوم واحدوأخرج بسند صحيح أن بن عمر صلى علي أم كلثوم وابنها زيد فجعله مما يليه وكبر أربعا
وساق بسند آخر أن سعيد بن العاص هو الذي صلى عليهماوذكر الإمام ابن حجر في تلخيص الحبير قصة وفاتها وولدها من سيدنا عمر
146/2
فقال
حديث أن سعيد بن العاص صلى على زيد بن عمر بن الخطاب وأمه أم كلثوم بنت علي فوضع الغلام بين يديه والمرأة خلفه وفي القوم نحو من ثمانين نفسا من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فصوبوه وقالوا هذه السنة
رواه: أبو داود والنسائي من حديث عمار بن أبي عمار أنه شهد جنازة أم كلثوم وابنها فجعل الغلام مما يلي الإمام فأنكرت ذلك وفي القوم بن عباس وأبو سعيد وأبو قتادة وأبو هريرة فقالوا هذه السنة
ورواه البيهقي فقال وفي القوم الحسن والحسين وابن عمر وأبو هريرة ونحو من ثمانين نفسا من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم
ورواية الطبري ذكرها مختصرة ابن كثير الدمشقي ت477هـ في البداية والنهاية في ذكر زوجات عمر وأولاده ونسائه وبناته.
وكذلك ذكر الزواج في موضع آخر في الحديث عن علي بن أبي طالب في ذكر زوجاته وبنية وبناته.
قال: < فأول زوجة تزوجها علي ـ رضي الله عنه ـ فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم بنى بها بعد وقعة بدر، فولدت الحسن وحسيناً ويقال: ومحسناً ومات وهو صغير وولدت له زينب الكبرى وأم كلثوم وهذه تزوج بها عمر بن الخطاب...>.
وذكر الزواج < الذهبي> ت847هـ في تاريخ الإسلام في أحداث سنة سبع عشر قال: < وفيها تزوج عمر بأم كلثوم بنت فاطمة الزهراء وأصدقها أربعين ألف درهم فيما قيل>.
وذكر الذهبي أيضاً هذا الزواج في < سير أعلام النبلاء> في ذكر نساء عمر بن الخطاب وأولاده قال: < وتزوج أم كلثوم بنت فاطمة الزهراء وأصدقها أربعين ألفاً فولدت له زيداً ورقية>.
وذكر هذا الزواج أيضاً ابن الجوزي ت795هـ في كتابه < المنتظم> في ذكر أزواج وأولاد عمر بن الخطاب قال: < كان له من الولد: عبدالله، وعبدالرحمن، وحفصة وأمهم زينب بنت مظعون بن حبيب، وزيد الأكبر ورقية وأمهم أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب، وأمها فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم وزيد الأصغر وعبيد الله وأمهما أم كلثوم بنت جرول....>.
وذكر هذا الزواج الدياربكري في < تاريخ الخميس> وغيره من المؤرخين والمحققين في العديد من المصنفات ولم يختلف من هؤلاء المؤرخين واحد في حدوث هذا الزواج، وبأم كلثوم بنت علي ابنة فاطمة الزهراء وبأنها ولدت لعمر زيداً ورقية.أما كتب التراجم المختلفة فقد ذكرت هذا الزواج سواء في ترجمة عمر بن الخطاب أو ترجمة أم كلثوم بنت علي .
ولا تجد أيضاً أيّ اختلاف في ذكر هذا الزواج وبأنه كان بأم كلثوم بنت علي لا غيرها مع كثرة من تسمين بأم كلثوم.
ولنبدأ من كتب التراجم بكتاب < الإصابة في تمييز الصحابة> لابن حجر العسقلاني ت258هـ فمكانة ابن حجر العسقلاني لا تجهل وتبحره في الحديث والتراجم ومعرفة الرجال وأحوالهم لا تنكر.
قال ابن حجر في ترجمة أم كلثوم بنت علي:
< ... وقال ابن وهب عن عبدالرحمن بن زيد بن أسلم عن أبيه عن جده تزوج عمر أم كلثوم على مهر أربعين ألفا وقال الزبير ولدت لعمر ابنيه زيدا ورقية وماتت أم كلثوم وولدها في يوم واحد أصيب زيد في حرب كانت بين بني عدي فخرج ليصلح بينهم فشجه رجل وهو لا يعرفه في الظلمة فعاش أياماً وكانت أمه مريضة فماتا في يوم واحد....>.
وقال أيضاً: < وذكر ابن سعد عن أنس بن عياض عن جعفر بن محمد عن أبيه أن عمر خطب أم كلثوم إلى علي فقال إنما حبست بناتي على بني جعفر فقال زوجنيها فوالله ما على ظهر الأرض رجل يرصد من كرامتها ما أرصد قال قد فعلت فجاء عمر إلى المهاجرين فقال زفوني فزفوه فقالوا بمن تزوجت قال بنت علي إني سمعت أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال كل نسب وسبب سيقطع يوم القيامة إلا نسبي وسببي وكنت قد صاهرت فاحببت هذا أىضاً ومن طريق عطاء الخراساني أن عمر أمهرها أربعين ألفا وأخرج بسند صحيح أن ابن عمر صلى على أم كلثوم وابنها زيد فجعله مما يليه وكبر أربعاً وساق بسند آخر أن سعيد بن العاص هو الذي أبهم عليها>.
ـ وفي (أسد الغابة) في معرفة الصحابة) لابن الأثير ت630هـ ذكر الروايات نفسها مع اختلاف طفيف في اللفظ قال:
< أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب ، أمها فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ، ولدت قبل وفاة رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ....
وتوفيت أم كلثوم وابنها زيد في وقت واحد، وكان زيد قد أصيب في حرب كانت بين بني عدي، خرج ليصلح بينهم، فضربه رجل منهم في الظلمة فشجه وصرعه، فعاش أياماً ثم مات هو وأمه، وصلى عليهما عبدالله بن عمر، قدمه حسن بن علي....>.
والروايات السابقة نفسها تجدها باختلاف طفيف في اللفظ في طبقات ابن سعد، وعيون الأخبار لابن قتيبة وغيرها من المراجع ومنها :
الاستيعاب ج: 4 ص: 1954
4204 أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب ولدت قبل وفاة رسول الله صلى الله عليه وسلم أمها فاطمة الزهراء بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم خطبها عمر بن الخطاب الى علي بن أبي طالب فقال له إنها صغيرة فقال له عمر زوجنيها يا أبا الحسن فإني أرصد من كرامتها ما لا يرصده أحد فقال له علي أنا أبعثها إليك فإن رضيتها فقد زوجتكها فبعثها اليه ببرد وقال لها قولي له هذه البرد الذي قلت لك فقالت ذلك لعمر فقال قولي له قد رضيت رضي الله عنك ووضع يده على ساقها فقالت أتفعل هذا لولا أنك أمير المؤمنين لكسرت أنفك ثم خرجت حتى جاءت أباها فأخبرته الخبر وقالت بعثتني الى شيخ سوء فقال يا بنية إنه زوجك فجاء عمر الى مجلس المهاجرين في الروضة وكان يجلس فيها المهاجرون الأولون والحاصل اليهم فقال لهم رفئوني فقالوا بماذا يا أمير المؤمنين قال تزوجت أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول كل نسب وسبب وصهر منقطع يوم القيامة إلا نسبي وسببي وصهري فكان لي به عليه السلام النسب والسبب فأردت أن أجمع اليه الصهر فرفئوه
الذرية الطاهرة ج: 1 ص: 62
88 حدثنا أحمد بن عبدالجبار قال سمعت يونس بن بكير قال سمعت ابن اسحاق يقول ولدت فاطمة بنت رسول الله لعلي بن أبي طالب حسنا وحسينا ومحسنا فذهب محسن صغيرا وولدت أم كلثوم وزينب فتزوج أم كلثوم بنت علي عمر بن الخطاب فولدت له زيد بن عمر وامرأة معه فمات عمر عنها فتزوجها بعد عمر عون بن جعفر فهلك عنها عون ولم يصب منها ولدا وتزوجها محمد بن جعفر فمات محمد فتزوجها عبدالله بن جعفر ومات عنها ولم يصب منها ولدا- Kitab Syiah yang menetapkan pernikahan Umar Radhiallahu ‘Anhu dengan Ummu Kultsum binti Ali Radhiallahu ‘Anhu:
أ ـ ذكر أبو الحسن العمري وهو من كبار النسابة الشيعة ت344هـ في كتابه (المجدي في أنساب الطالبيين) زواج عمر من أم كلثوم.ب ـ واعتمد عليه العديد من نسابة الشيعة منهم: أبو نصر البخاري في كتابه (سر السلسلة العلوية) ونقل رأيه في زواج عمر من أم كلثوم.
ج ـ ونقل أمين الإسلام كما يلقبه الشيعة: الطبرسي في كتابه (إعلام الورى بأعلام الهدى) زواج عمر من أم كلثوم وإن كان ذهب إلى أنه كان نكاحاً بعد مدافعة كثيرة وامتناع شديد.
د ـ وذكر العلامة النسابة الشيعي ابن الطقطقي الحسني ت907هـ زواج عمر من أم كلثوم في كتابه (الأصيلي في أنساب الطالبيين).
والكتاب حققه أحد علماء الشيعة المعاصرين السيد/ مهدي الرجائي وهو أحد أجل تلامذة شهاب الدين المرعشي النجفي، ونشر الكتاب من مكتبة المرعشي النجفي وأما ابن الطقطقي فقد أهدى الكتاب إلى أصيل الدين وهو ابن نصير الدين الطوسي ذكر ابن الطقطقي تحت عنوان (بنات أمير المؤمنين).
< وأم كلثوم أمها فاطمة الزهراء ـ عليها السلام ـ تزوجها عمر بن الخطاب فولدت له زيداً..>.
هـ ـ وعلق المحقق على الرواية في الهامش بذكره لنص عبارة (العمري) في كتابه (المجدي) ثم ذكر المحقق قول من يرون أن عمر تزوج شيطانة، ومن يرون أنه لم يدخل بها ثم قال: < والمعول عليه من هذه الروايات ما رأيناه آنفاً من أن العباس بن عبدالمطلب زوجها عمر برضاء أبيها عليه السلام وإذنه وأولدها عمر زيداً...>.
هذا رأي المحقق العلامة والقارئ الكريم يلاحظ دقته وشموله للروايات المختلفة ثم استنباطه لما يوافق العقل والمنطق السليم وهو إتمام هذا الزواج بالرضا والقبول من كل الأطراف.
و ـ وذكر هذا النكاح من علماء الشيعة أبو القاسم علي بن أحمد الكوفي ت253هـ وإن كان ذكر أن هذا النكاح كان غصباً ولكنه على كل حال أثبته في كتابه (البدع) أو (الإغاثة في بدع الثلاثة).
ر ـ وذكر هذا الزواج أيضاً الكليني محمد بن يعقوب في كتابه المعروف والمشهور وهو أهم كتاب عند الشيعة الإمامية (الكافي) فقد ذكر أربعة أحاديث حديثين في باب (تزويج أم كلثوم) وحديثين في باب (المتوفى عنها زوجها المدخول بها أين تعتد وما يجب عليها).
ز ـ وقد علق المجلسي ت1111هـ في شرحه الكبير (مرآة العقول في شرح أخبار آل الرسول) على هذه الأحاديث الأربعة أن الحديثين الأولين درجتها (حسن) والثالث درجته (موثق) والرابع درجته (صحيح).
ـ وذكر من علماء ونسابي الشيعة هذا الزواج النسابة ابن الكلبي ت641هـ الأب أبو النضر وابن الكلبي الابن هشام أبو المنذر كلاهما ذكر الزواج ونقل علماء النسب عنهما وكلاهما من كبار علماء الشيعة، وللقارئ الكريم أن يراجع ترجمتها في (الكنى والألقاب) و(منتهى الأمال) وكلاهما لشيخ الشيعة عباس القمي.
ذكر واحد من علماء النسب الشيعة الذين لهم مكانة مرموقة زواج أم كلثوم من عمر بن الخطاب وهذا العالم هو (أبو الحسن العمري) في كتابه (المجدي) يقول عنه صاحب مقدمة كتاب (عمدة الطالب في أنساب آل أبي طالب) لابن عنبه:
< من النسابين الأوائل الشيعة الشيخ العمري (أبو الحسن علي الصوفي نجم الدين أبو الحسن علي بن محمد بن علي بن محمد ينتهي نسبه إلى عمر بن علي زين العابدين (ع)، ولذلك قيل له العمري ويعرف بابن الصوفي النسابة كان حياً إلى ما بعد سنة 344هـ وعاصر السيدين المرتضى والرضى وبينه وبين ابن عنبه ثلاثة قرون تقريباً وله كتاب (المجدي في أنساب الطالبيين) فأبو الحسن العمري إذاً من النسابين الشيعة بل هو شيخ هؤلاء النسابين ينقل عنه ابن عنبه وأبو نصر البخاري وغيرهما من نسابي الشيعة.
فهذا هو أبو الحسن العمري النسابة الشيعي لا يشك في ذلك أحد يقول في كتابه الشهير (المجدي) عن بنات علي بن أبي طالب: <أم كلثوم من فاطمة (ع) واسمها رقية خرجت إلى عمر بن الخطاب فأولدها زيداً...> مع ملاحظة بسيطة وهي : كان تعبيره بـ (خرجت إلى عمر بن الخطاب) يوحي بكثير من المرارة والأسى لخروجها هذا، وكأنه خروج من ملة الإسلام مما يدل على حدوث هذا الزواج وتألم الشيعة له وذهابهم في تأويله ـ بعدما أعياهم إنكاره ـ كل مذهب.
3 ـ ذكر صاحب (الروضة الفيحاء في تواريخ النساء) تحت اسم أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب:
أمها فاطمة الزهراء ولدت على عهد رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم تزوجها عمر ـ رضي الله عنه ـ ثم تزوجها بعده محمد بن جعفر بن أبي طالب ومات وتزوجها أخوه عون بن جعفر فقتل ثم تزوجها عبدالله بن جعفر فماتت عنده وتوفيت هي وولدها زيد بن عمر ـ رضي الله عنه ـ في يوم واحد ولم يُعلم أيهما مات أولاً وصلى عليهما عبدالله بن عمر ـ رضي اله عنه ـ قدمه الحسين ـ رضي الله عنه ـ فكان بها سنتان لم يورث أحدهما من الآخر…>.
ـ وذكرها مرة أخرى فقال: < بنت علي بن أبي طالب ـ رضي الله عنه ـ وأمها فاطمة الزهراء ـ رضي الله عنها تزوجها الإمام عمر بن الخطاب ـ رضي الله عنه ـ في السنة السابعة عشرة وأصدقها أربعين ألف درهم فولدت له زيداً الأكبر ورقية وتوفى عنها..> ص133
4- نقل أمين الإسلام (وهذا لقبه) الطبرسي زواج عمر من أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب في كتابه المشهور (إعلام الورى بأعلام الهدى) يقول:
>وأما أم كلثوم فهي التي تزوجها عمر بن الخطاب وقال أصحابنا إنه عليه السلام إنما تزوجها منه بعد مدافعة كثيرة وامتناع شديد واعتلال عليه بشيء بعد شيء حتى ألجأته الضرورة إلى أن رد أمرها إلى العباس بن عبدالمطلب فزوجها إياه…> (ص402)
ومعلوم عند الحاضر والغائب والقاصي والداني أن أبا الفضل بن الحسن الطبرسي الملقب بأمين الإسلام صاحب (إعلام الورى) من أجل علماء الشيعة وقد قال بهذا الزواج فهل ينكره منكر أو يرده جاحد ولا هو بمقدوح أو مجروح عند علماء الشيعة!!
5- ذكر قصة الزواج صاحب كتاب (الأصيلي) العلامة النسابة المؤرخ صفي الدين محمد بن تاج الدين علي المعروف بابن الطقطقي الحسني ت/907هـ
يقول المصنف ابن الطقطقي في ذكر (بنات أمير المؤمنين علي ـ عليه السلام ـ) < عدتهن ثماني وعشرون بنتاً: زينب العقيلة لفاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم تزوجها عبدالله بن جعفر فولدت له علياً وجعفراً وعوناً وعباساً، وأم كلثوم الصغرى لم تبرز وأم كلثوم أمها فاطمة الزهراء ـ عليها السلام ـ تزوجها عمر بن الخطاب فولدت له زيداً ثم خلف عليها عبدالله بن جعفر...>
ـ وقد مدح المصنف علماء كثيرين.
قال كحالة في معجم المؤلفين: < محمد بن علي المعروف بابن الطقطقي مؤرخ من أهل الموصل خلف أباه في نقابة العلويين بالحلة والنجف>.
ـ وقال آية الله شهاب الدين المرعشي النجفي عنه أيضاً في مقدمة اللباب ص97:
< كان علامة في جميع الفنون مؤرخاً نسابة متضلعاً في علم النسب ولي نقابة العلويين<.
ـ وقال عنه النسابة ابن عنبة في عمدة الطالب: <نقيب النقباء تاج الدين علي بن محمد بن رمضان يعرف بابن الطقطقي..>.
6- قال الشريف المرتضى علم الهدى في رسائله 3/941. والذي يجب أن يعتمد عليه في نكاح أم كلثوم أن هذا النكاح لم يكن عن اختيار ولا إيثار ولكن بعد مراجعة ومدافعة كادت تقضي إلى المخارجة والمجاهرة.
7- وهـذا عالم آخـر وإن كـان مـن علماء السنة إلا أن ميـله واضـح للشيعة ويستشهـد الشيعة أنفسهم بمـا يذكـره وهـو محب الدين الطبري صاحب (ذخائر العقبي في مناقب ذوي القربى) يقـول عند ذكـره بنـات علي ـ رضي الله عنه ـ.
>وتزوج بنات علي بنو عقيل وبنو العباس ما خلا زينب بنت فاطمة كانت تحت عبدالله بن جعفر وأم كلثوم بنت فاطمة كانت تحت عمر بن الخطاب فمات عنها فتزوجها عون بن جعفر وماتت عنده..>
8- ـ وهذا العالم من كبار علماء الأنساب قاطبة وهو (أبو عبدالله بن مصعب بن عبدالله بن ثابت بن عبدالله بن الزبير بن العوام) 651/ 632هـ.
قال في كتابه (نسب قريش) وهو عمدة كتب الأنساب:
>وزينب ابنة على الكبرى ولدت لعبدالله بن جعفر بن أبي طالب، وأم كلثوم الكبرى ولدت لعمر بن الخطاب، وأمهم فاطمة بنت النبي صلى الله عليه وآله وسلم…>
9ـ و هذا واحد من علماء الشيعة القدماء وهو لا شك أقرب عهداً بالحادثة والعالم هو (أبو القاسم علي بن أحمد الكوفي) صاحب (الاستغاثة في بدع الثلاثة) توفي سنة 253هـ وقد صرح (الكوفي) بحدوث هذا الزواج وإن كان رآه غصباً وإكراهاً فكان مما قاله:
>… فجمع عمر الناس فقال: إن هذا العباس عم علي بن أبي طالب وقد جعل إليه أمر ابنته أم كلثوم وقد أمره أن يزوجني منها فزوجه العباس بعد مدة يسيرة فحملوها إليه
10- وهذا واحد من كبار علماء الأنساب وأقدمهم من أعلام القرن الثالث الهجري وهو أحمد بن يحيى البلاذري صاحب (أنساب الأشراف).
يقول: < وأم كلثوم تزوجها عمر بن الخطاب فولدت له زيد بن عمر وقتل عنها فخلف عليها محمد بن جعفر بن أبي طالب فتوفى عنها فخلف عليها عبدالله بن جعفر بعد زينب وتوفيت أم كلثوم وابنها زيد في يوم واحد فصلى عليهما عبدالله بن عمر...>
وفي النسخة التي بتحقيق الشيخ محمد باقر المحمودي من كبار علماء الشيعة المعاصرين ما نصه في (أنساب الأشراف ج2):
>وقال ابن الكلبي: ولدت أم كلثوم بنت علي لعمر: زيد بن عمر ورقية بنت عمر، فمات زيد وأمه في يوم واحد وكان موته من شجة أصابته وخلف على أم كلثوم بعد عمر عون بن جعفر بن أبي طالب ثم محمد بن جعفر ثم عبدالله بن جعفر
و نخرج مما سبق:
أولاً: زواج عمر من أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب مثبت في مراجع ومصادر علماء أهل السنة لا خلاف حوله وهو أمر مجمع عليه لم يختلف فيه أحد حتى عصرنا الذي نحيا فيه.
ثانياً: زواج عمر من أم كلثوم بنت علي بن أبي طالب مثبت في مراجع ومصادر الشيعة الإمامية وذلك حتى مجيء الشيخ المفيد ت314هـ الذي أنكر هذا الزواج لعلل سوف نبينها في مباحث أخرى.
ثالثاً: رغم أن العلماء المعاصرين من الشيعة والقدماء ممن جاءوا بعد المفيد اتبعوه في الإنكار إلا أن هناك العديد من علماء الأنساب الشيعة كالعمري وابن الطقطقي وابن عنبة وابن الكلبي وغيرهم أثبتوا هذا الزواج في كتبهم وهم أعلم بالأنساب من غيرهم لاشتغالهم بهذا العلم.
كما أن من الفقهاء الشيعة من أثبت هذا الزواج ورد أقوال المفيد والمرتضى وغيرهما ومن هؤلاء محمد باقر المجلسي ت1111هـ في (مرآة العقول) والطبرسي الملقب بأمين الإسلام وغيرهم من علماء الشيعة الإمامية