Kedzaliman terhadap Al-Qur’an
Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 12)
12. Ulil kemudian dengan mantapanya berkata: “
Saya hanya mencoba merumuskan masalahnya secara “lain” dalam konteks tantangan baru yang kita hadapi sekarang ini. Suatu cara pandang baru yang radikal, memang benar-benar harus diajukan untuk mengubah cara pandang yang kalau boleh ingin saya sebut sebagai “bibliolatristik”
(alenia 8)
Disini saya haya ingin mengingatkan sekali lagi bahwa penggunaan istilah “bibliolatristik” untuk ilmu al-Qur`an dan sunnah adalah kedzaliman yang nyata, karena al-Qur`an yang suci diserupakan dengan Bible yang dipalsu, kaum musimin yang taat kepada Allah dan rasul-Nya disamakan dengan umat yang syirik kepada Allah dan kufur kepada rasul-Nya, dan ilmu al-Qur`an disamakan dengan ilmu Injil, al-Qur`an yang universal disamakan dengan Injil yang telah dihapus masa berlakunya.
Related Posts
This entry was posted by Abu Hamzah on 14 August 2010 at 02:19, and is filed under Bantahan , Bantahan Syubhat Liberal , Buku , Mewaspadai Gerakan Konstektualisasi Al-Qur'an . Follow any responses to this post through RSS 2.0 . Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.
Comments are closed.
Komentar